Dari
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullaah, beliau berkata: “Tidak ada
sesuatupun yang lebih utama setelah kewajiban-kewajiban daripada
menuntut ilmu.
Adapun
bait-bait sya’ir yang menjelaskan tentang permasalahan ilmu dan
kedudukannya itu sangat banyak dan tidak bisa dihitung, dan di sini
hanya akan disebutkan dua di antaranya:
“Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu) karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk bagi orang yang meminta dalil-dalilnya dan derajat setiap orang itu sesuai dengan kebaikannya (dalam masalah ilmu) sedangkan orang-orang yang bodoh adalah musuh bagi ahlul ilmi.”
Dan sya’irnya Al-Imam Asy-Syafi’i:
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ
“Belajarlah karena tidak
ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah
orang yang berilmu seperti orang yang bodoh. Sesungguhnya suatu kaum
yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah
kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu). Dan sesungguhnya kaum
yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum
yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu."
Maraji' :
Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21
Maraji' :
Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21


0 comments:
Tanggapan anda ?