Dari Abdullah bin Ahmad bin Hambal diriwayatkan bahwa ia
menceritakan:
Saat ayahku (Imam Ahmad)
menghadapi sakratul maut, aku duduk di sisi beliau sambil menggenggam sebuah
kain yang kugunakan untuk mengelap janggut beliau. Tiba-tiba beliau
berkeringat, kemudian sadar. Beliau membuka kedua matanya dan berkata sambil
mengibaskan tangannya, “Tidak, sampai mati sekalipun!” Beliau melakukan hal itu
sebanyak dua kali.
Pada kali yang ketiga, aku
bertanya,”Ayah, apa yang engkau ucapkan itu? Engkau melontarkan ucapan seperti
itu pada saat seperti ini, berkeringat dingin sehingga kami menyangka engkau
sudah meninggal.Kemudian engkau malah mengulangi lagi,’ Tidak, sampai mati
sekalipun!’”
Beliau balik bertanya, “Hai
anakku, apakah engkau tidak tahu?”
Aku menjawab,”Tidak.”
Beliau berkata,”Iblis laknat
berdiri di hadapanku sambil menggigit jarinya,’Hai Ahmad, tolonglah aku.’ Aku
menjawab,’Tidakm sampai mati sekalipun.’”
Itu adalah Imam Ahmad, imam
ahlussunnah wal jama’ah. Setan masih ingin menggodanya pada saat yang amat
menggetirkan tersebut. Bagaimana pula orang-orang yang masih terlalu lalai dan
mencampur adukkan antara amal kebajikan dengan dosa-dosa?
Maraji :
Ats-Tsabat’alal Mamathim. 160


0 comments:
Tanggapan anda ?